Selasa, 29 Maret 2011

Berita

PERTENISAN INDONESIA SAMPAI 2012
  
IndonesiaTennis. Jakarta 24 Pebruari 2010. Seperti dapat dibaca diwebsite Pelti, hasil dari Rakernas Pelti yang dibuka Sabtu 20 Pebruari 2010 berlangsung hingga hari Minggu, bertempat di Hotel Menara Peninsula Slipi Jakarta yang adalah milik Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja, telah menghasilkan kesepakatan mengenai batasan umur atlet tenis peserta PON 2012 nanti, 21 tahun dengan batas kelahiran 1 Januari 1991 atau lebih muda.
Kesepakatan ini tentu saja disambut dengan meriah oleh Pengurus Daerah Pelti, karena akan terbuka peluang lebih besar bagi mereka untuk mendapatkan medali dengan materi petenis setempat yang dapat dipersiapkan dalam dua setengah tahun ini atau didapatkan dengan "harga" lebih murah dibandingkan petenis kelas atas Indonesia seperti Christopher Rungkat, Ayu Fani Damayanti dll yang selama ini telah menjadi andalan DKI, yang tentu saja telah mematok harga, konon sekitar 500an juta rupiah.
Sekilas terlihat bahwa kesepakatan ini akan berdampak sangat positif bagi pembinaan prestasi pertenisan Indonesia dibandingkan sebelumnya khususnya di yunior, namun kesepakatan ini jelas telah menyimpang dari prinsip  Sea Games, Asian Games dan Olympiade yang menjadi inspirasi dan kiblat dari penyelenggaraan PON, yaitu atlet peserta tanpa batasan umur. Juga batasan umur Putra dan Putri semestinya dibedakan, sedikitnya 2 tahun untuk putri lebih muda, mengingat bahwa usia kematangan biologis putri sedikitnya 2 tahun lebih cepat dibandingkan putra.
Dengan ketentuan ini maka PON bukan lagi menjadi pasar terbesar dari petenis papan atas Indonesia seperti dimasa lalu dan tentunya diharapkan dengan kondisi ini petenis "kedaluarsa PON" harus mampu berkiprah di ajang internasional bila ingin eksis, karena turnamen nasional kelihatannya semakin lama semakin susut eksistensinya. Sebaliknya bagi petenis yunior yang sedang hangat hangatnya mengejar poin ITF dan tentunya berbiaya besar, maka diharapkan dengan situasi PON 2012 yang baru ini, dapat menjadi titik tolak peluang mendapatkan dukungan pembinaan dari daerah untuk berlatih dan mengikuti turnamen. Untuk ini, diharapkan para orang tua maupun pembina petenis yunior untuk mewaspadai makelar atlet seperti terjadi berulang ulang dimasa lalu, dimana petenis hanya menjadi objek yang diperas tenaganya namun diberi imbalan seadanya. Cerita sedih petenis yang dimanfaatkan makelar merangkap pelatih/manajer, seperti terungkap dari  salah satu petenis yunior asal Provinsi Indonesia Timur, hanya memperoleh "upah tampil" kurang dari 10% anggaran yang sebenarnya.
Freddy Rumambi, salah satu orang tua petenis yunior berprestasi yang pada saat PON Tenis 2009 yll, dengan tegas menolak anaknya mewakili satu daerah karena tidak adanya komitmen pembinaan dari daerah tsb paska PON Tenis 2009, adalah menjadi contoh yang pantas ditiru untuk memperkuat posisi bargaining atlet tenis yunior Indonesia yang berprestasi.
Saat ini petenis yunior Indonesia kelahiran tahun 91 yang masih aktif sangatlah sedikit, demikian juga kelahiran tahun 92. Petenis kelahiran tahun 93 masih cukup banyak yang aktif, namun diperkirakan meski pun digabung seluruh atlet kelahiran 91-93, tidaklah mencukupi 165 atlet untuk mewakili  33 Provinsi Indonesia, maka sejumlah atlet berprestasi kelahiran 94, 95 bahkan 96 mungkin sudah berpotensi untuk eksis pada PON 2012 nanti, terutama dibagian putri.
Freddy Rumambi, DOKTOR lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini, adalah juga Sekretaris Forkopi, menginginkan Forkopi dapat lebih berperan untuk menjembatani petenis yunior Indonesia dalam mempromosikannya ke Pelti Daerah/Provinsi, melalui suatu penilaian yang transparan berdasarkan prestasi mereka, dan dapat mengajukan aturan tata cara perekrutan atlet yang berorientasi pembinaan berkesinambungan.
Untuk itu tentunya diperlukan ajang seleksi yang teratur dan konon PP Pelti sudah merencanakan menyelenggarakan ajang kompetisi "PON" dengan peserta batas usia PON 2012 atau lebih muda, dengan tahun kelahiran 1991 atau lebih muda.
Sementara Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti ketika dihubungi IndonesiaTennis, mengaku sudah mendengar rencana tsb, namun belum mengetahui secara detail rencananya.
Baca Selengkapnya - Berita

Jumat, 25 Maret 2011

Bantul Tennis Camp

TURNAMEN TENIS TELKOM-FIKS ; Enam Petenis Bantul Bertolak ke Bandung

21/12/2008 06:29:59 ⁠BANTUL (KR) - Enam petnis Bantul yang tergabung dalam pembinaan Bantul Tennis Camp (BTC), ditargetkan dapat memperbaiki Peringkat Nasional Pelti (PNP) pada turnamen penutup 2008, di turnamen Tenis Junior Nasional Telkom-Fiks, di Bandung mulai 22 sampai 27 Desember ini. Seperti dikatakan Pengurus BTC, Drs HM Nurcahyo kepada KR di Bantul, Sabtu (20/12) kemarin, keenam petenis yang akan tampil di turnamen ini adalah Doni Rusman Teja yang bertanding di kelompok umur (KU) 16 tahun, Dimas Par-par, Burhannadra, Riski Pradana KU 14 tahun, Imam Makruf dan Hanifah Nur Hasanah di KU 12 tahun. Mereka akan berlaga di Lapangan tenis Siliwangi, dan Lapangan Taman Maluku. Keenam petenis tersebut bertolak ke Bandung Sabtu kemarin, mengingat sign in harus dilakukan Minggu pagi ini pukul 09.00 WIB. Keberangkatan para petenis muda dari Bantul ini akan didampingi Yohan Samawi, selaku pelatih pendamping selama mereka tampil di Bandung. Secara terpisah Panpel Telkom-Fiks, Gandjar Nugraha di Bandung mengatakan, bahwa turnamen ini diikuti lebih dari 300 petenis di berbagai kelompok umur. Secara pasti petenis sudah terdaftar ada 324 atlet, dan diperkirakan akan terus bertambah sampai Minggu pagi ini. "Jumlah pasti calon peserta sampai saat ini belum dapat diprediksi, karena calon peserta rata-rata masih melaksanakan ujian semester, tapi begitu memasuki H-1 jumlah pasti calon peserta sudah bisa terlihat," ujar Gandjar. Sebenarnya turnamen ini tanpa melibatkan wasit, seperti sesuatu yang baru di dunia tenis. Hanya saja di Indonesia masih sangat jarang dilakukan. "Coba Anda tanya pada para pemain nasional, rata-rata dari mereka pernah merasakan pertandingan tanpa wasit. Bahkan biasanya para pemain hanya diberi bola dan peralatan pertandingan lainnya, dan setelah itu langsung bertanding tanpa diawasi wasit, kemudian melaporkan hasil pertandingan ke pengawas pertandingan," lanjutnya. Acara pembukaan kejuaraan yang direncanakan mulai Senin (22/12) pagi, dipusatkan di Lapangan tenis Taman Maluku Bandung. Sebagai daya tarik bagi para peserta dan juga pecinta tenis di Bandung khususnya, panitia telah menyiapkan kesenian rampak kendang dari sekolah Islam Daarul Hikam Bandung, serta pertandingan eksebisi yang melibatkan salah satu petenis asal Jabar, Anggelique "Angie" Wijaya. (Tyo)-d
Baca Selengkapnya - Bantul Tennis Camp

Senin, 21 Maret 2011

Pemain idola

Roger Federer


Federer pada tahun 2007.
Roger Federer (lahir di Binningen (dekat Basel), Swiss, 8 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah seorang petenis asal Swiss. Ia adalah salah satu petenis terbaik di dunia saat ini, dan menempati peringkat pertama dunia dari 2 Februari 2004 hingga 18 Agustus 2008 dan kemudian dari 6 Juli 2009 hingga kini. Ia adalah pemegang rekor gelar Grand Slam tunggal putra terbanyak sepanjang sejarah dengan 15 gelar. Banyak dari kalangan komentator, analis, petenis aktif, dan mantan petenis menganggapnya sebagai petenis terbaik sepanjang masa.[1][2][3][4][5]

 Biografi

 Karier

Ia mulai bermain tenis pada usia 6 tahun.[6] Pada usia 14 tahun, ia menjadi juara junior Swiss. Tahun 1998, tahun terakhirnya dalam dunia tenis junior, ia menjadi juara turnamen junior di Wimbledon. Pada bulan Juli tahun yang sama, ia bergabung dengan tur Asosiasi Profesional Tenis (ATP). Dua tahun kemudian pada Olimpiade Sydney 2000, ia berhasil mencapai babak semifinal, namun kalah dalam perebutan medali perunggu. Tinggi badannya adalah 185 cm.
Turnamen ATP pertama yang dimenanginya adalah turnamen di Milan pada tahun 2001. Pada tahun tersebut, ia berhasil mencapai babak perempat final di Perancis Terbuka dan Wimbledon. Dalam perjalanannya menuju babak perempat final dalam Wimbledon tersebut, ia mengalahkan juara bertahan Pete Sampras. Tahun berikutnya, ia gagal total dalam kedua turnamen tersebut, namun berhasil mencapai babak final Tennis Masters Series pertamanya dan juga berhasil lolos kualifikasi Tennis Masters Cup. Pada tahun 2003, ia menjadi orang Swiss pertama yang menjuarai Wimbledon, mengalahkan Mark Philippoussis di final dan hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen. Ia menang empat kali dalam Piala Davis dan membawa tim Swiss hingga semifinal. Tahun itu juga ia berhasil memenangi Tennis Masters Cup di Houston.
Pada tahun 2004, ia mencetak prestasi yang luar biasa dengan meraih tiga dari keempat turnamen Grand Slam, masing-masing AS Terbuka, Australia Terbuka dan Wimbledon. Selain itu, ia juga menjuarai tiga turnamen Masters Series. Oleh majalah Tennis, ia dianugerahi gelar "Petenis Terbaik" pada tahun tersebut.
Ia kembali meraih gelar Wimbledon pada 2005, mengalahkan Andy Roddick di final. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak 49 winner dan hanya 12 unforced error. Dalam pertandingan empat set di final AS Terbuka pada September, ia mengalahkan Agassi dan meraih gelar AS Terbuka untuk kedua kalinya.
Pada tahun 2006, ia meraih gelar Australia Terbuka setelah mengalahkan Marcos Baghdatis di final. Di final Perancis Terbuka, Federer dikalahkan saingannya yang berperingkat kedua di dunia, Rafael Nadal dengan skor 1-6, 6-1, 6-4, 7-6(4). Federer kemudian membalas kekalahannya tersebut saat mempertahankan gelar Wimbledonnya pada bulan Juli yang sekaligus menjadi gelar Wimbledon keempatnya berturut-turut. Ia menambah koleksi gelar Grand Slam-nya dengan menjuarai AS Terbuka pada September.Gagal mempertahankan gelar di Wimbledon 2008 membuatnya cukup kecewa. Namun ia berhasil mengobati kekecewaannya itu dengan memenangkan AS Terbuka 2008 untuk kelima kalinya berturut-turut.
Di bulan Juni tahun 2009 ini, pada Perancis Terbuka Federer berhasil menambah gelar Grand Slam keempat belas menyamai rekor petenis AS Pete Sampras dengan mengalahkan Robin Soderling dari Swedia dalam laga straight set. Di turnamen Wimbledon pada tahun yang sama Federer mengalahkan Roddick dan memecahkan rekor Sampras.

Gelar Grand Slam

Tahun Turnamen Lawan Hasil
2003 Wimbledon Mark Philippoussis 7-6, 6-2, 7-6
2004 Australia Terbuka Marat Safin 7-6, 6-4, 6-2
2004 Wimbledon Andy Roddick 4-6, 7-5, 7-6, 6-4
2004 AS Terbuka Lleyton Hewitt 6-0, 7-6, 6-0
2005 Wimbledon Andy Roddick 6-2, 7-6, 6-4
2005 AS Terbuka Andre Agassi 6-3, 2-6, 7-6, 6-1
2006 Australia Terbuka Marcos Baghdatis 5-7, 7-5, 6-0, 6-2
2006 Wimbledon Rafael Nadal 6-0, 7-6(5), 6-7(2), 6-3
2006 AS Terbuka Andy Roddick 6-2, 4-6, 7-5, 6-1
2007 Australia Terbuka Fernando González 7-6(2), 6-4, 6-4
2007 Wimbledon Rafael Nadal 7-6(7), 4-6, 7-6(3), 2-6, 6-2
2007 AS Terbuka Novak Djokovic 7-6(4), 7-6(2), 6-4
2008 AS Terbuka Andy Murray 6-2, 7-5, 6-2
2009 Perancis Terbuka Robin Soderling 6-1, 7-6(1), 6-4
2009 Wimbledon Andy Roddick 5-7, 7-6(8-6), 7-6(7-5), 3-6, 16-14
2010 Australia Terbuka Andy Murray 6-3, 6-4, 7-6
Baca Selengkapnya - Pemain idola